Wednesday, October 19, 2011

Belajar Apapun ( LEARN ANYTHING )

Sedari kecil, kita sudah terbiasa dengan kegiatan BELAJAR
Belajar Apapun... (Learn Anything)
Setiap kali mendengar kata belajar, sepertinya hampir semua telinga berdengung.
Itu pun terjadi pada telinga saya.
Belajar bukan kata yang perlu ditakuti atau dihindari bahkan tak perlu dijadikan kambing hitam. Kenapa kita selalu mengasumsikan kata belajar dengan sesuatu yang kesannya serius, formal, kaku, membosankan, dan kata-kata yang bernilai negatif.


Harusnya kita menyadari bahwa sejak kita dilahirkan kedunia ini,
kita tak pernah luput atau lepas dari kata yang satu ini.
Sejak bayi kita belajar menangis..apa benar menangis itu belajar?
baiklah ambil contoh yang lain, ketika kita berumur 1 tahun kita belajar merangkak,
kemudian dilanjutkan dengan belajar berjalan, dan belajar mengucapkan kata "mama".

Banyak contoh yang bisa kita ambil bahkan sejak kita masih belum mengerti esensi dari belajar itu sendiri.
Ketika kita menginjak masa remaja,
kata belajar ini semakin rumit atau semakin membuat kita penuh beban.
Tak seperti dulu waktu kita balita yang dengan riang gembiranya melewati masa-masa belajar. Orang tua kita sering menyebutkan atau bahkan meneriakkan kata belajar penuh dengan pengharapan dan tekanan. 

"Kamu sudah belajar apa hari ini?" ,
"Kenapa kamu tidak belajar, malah main terus?",
"Belajar sana!jangan males-malesan!",
"Belajar kamu!atau uang jajan mami potong!".

Apa yang terjadi dengan belajar di masa-masa seperti ini?
saya teringat ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama,
Ibu saya pernah berkata "Kamu kenapa ga belajar, katanya mau jadi dokter?"
Kata belajar terus terngiang di telinga saya sampai saya menginjak dewasa.
Kemudian saya menyikapinya dengan penuh beban. 
Belajar dengan penuh beban

"Apakah benar saya harus giat belajar biar saya jadi dokter nantinya"
hati kecil saya berbisik.
Namun kenyataan berkata lain saya tidak jadi dokter saat ini,
dengan catatan bahwa saya sudah belajar dengan giat pada waktu Sekolah Menengah Umum agar bisa masuk Perguruan Tinggi baik itu Negeri ataupun Swasta yang memiliki jurusan Kedokteran.
Kesimpulan salah yang mungkin saya bisa saya ambil pada saat itu adalah tidak perlu giat belajar, toh saya tidak jadi dokter.

Namun kesimpulan bijak yang bisa kita ambil dari kasus di atas adalah :
"ternyata diperlukan bukan sekedar giat belajar untuk mencapai tujuan atau cita-cita yang ingin kita raih",
ada faktor-faktor lain yang memang harus kita penuhi
dan tentunya ada faktor X yang kita tak pernah ketahui sebelumnya.
Dari semua itu saya mendapati hal yang luar biasa dari kata belajar ini.

Pada masa pertengahan kuliah,
saya menyadari satu hal yang merubah pandangan saya akan kata belajar.
Kita tidak perlu selalu bergulat dengan buku-buku tebal,
bacaan-bacaan yang penuh dengan teori dan itung-itungan untuk melakukan kegiatan belajar. Dan yang paling utama dari proses belajar adalah jangan pernah belajar
kalau hanya ingin mengejar "nilai" berupa angka atau huruf mutu (10, 100, A, B, 3.5, 3.75, dll).
Belajar menentukan kualitas hidup seseorang
Saya lebih menikmati prosesnya dan hasilnya lebih dengan pembuktian yang karya nyata 
(manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain).
"Nilai" bukan tujuan utama, tapi menurut saya tujuan utama kita harus lebih mulia daripada itu.

Ketika kita berbicara dengan orang lain,
saling bertukar pikiran atau pun beradu argumen dengan orang lain itu pun salah satu dari bentuk belajar.
Saat berdiskusi tersebut, kita belajar mendengarkan pendapat orang lain,
belajar menghormati pandangan hidup orang lain.
Belajar Apa pun!
karena dibalik pembelajaran itu semua pasti ada sesuatu yang bisa kita ambil walaupun itu sedikit,
buang yang kurang berguna-nya dan ambil yang berguna-nya bagi kita.
Alasan kita tidak menyukai hal tersebut (subjek, topik, pelajaran)
jangan selalu dikedepankan, karena :
"kita tidak pernah tahu atau apa yang terbaik buat kita, tapi Tuhan tahu".
Mungkin kita merasa A bukan yang terbaik (bermanfaat) buat kita,
tapi siapa tahu sudah menuliskan A adalah yang terbaik buat kita.
Saya teringat akan perkataan Aesop,
seorang budak semenanjung Balkan yang dibebaskan oleh majikannya
dan akhirnya menjadi pembuat fabel terkenal, mengatakan:
"Penderitaan adalah pelajaran".
Jadi jangan menunggu sampai kamu menderita sehingga mendapat pelajaran.
Sadarkan dirimu dari sekarang juga,
karena saya sangat menyesal tidak mengetahuinya dari dulu. 

Dalam Kesusahan Selalu ada Jalan Keluar

Solusi Pemecahan Masalah dan Jalan Keluar
 Dalam Kesusahan Selalu ada Jalan Keluar  
( in adversity, there's always the way out )
Motivasi adalah dorongan psikologis yang mengarahkan seseorang ke arah suatu tujuan. Motivasi membuat keadaan dalam diri individu muncul, terarah, dan mempertahankan perilaku, menurut Kartini Kartono motivasi menjadi dorongan (driving force) terhadap seseorang agar mau melaksanakan sesuatu.
Pernahkan kita mengalami seperti masuk ke dalam sebuah jalan buntu. Bingung mau melakukan apa? Bingung kemana arah langkah kita selanjutnya? Saya pernah mengalami dan ternyata banyak orang lain pun yang mengalami hal sama. Jika Anda pernah mengalami, bahkan sedang mengalami, dan kemungkinan akan mengalami suatu saat, tenang saja. Anda tidak sendiri.
Kemudian bagaimana mengatasinya?

a. Tenang saja, jangan panik. Meskipun buru-buru, dengan panik justru akan memperburuk keadaan.

b. Berdo'alah dengan seyakin-yakinnya untuk meminta solusi kepada Allah.

c. Berikhtiarlah sedapat mungkin untuk menjemput solusi yang sudah kita minta kepada Allah.
Jika kita serius mencari solusi, jangan mengatakan 'tapi' saat ada solusi. 
Meskipun solusi tersebut terlihat tidak mungkin.

Cobalah untuk berpikir terbuka, 
sebab seringkali bukan tidak ada solusi, 
tetapi orang sering menutup pikirannya untuk solusi. 
Daripada mengatakan 'tapi', tanyakan saja, 'Bagaimana caranya?'. 
Bisa jadi apa yang sebelumnya terlihat mustahil, berubah menjadi hal mudah setelah tahu caranya.

Di dalam kesusahan pasti ada yang namanya kemudahan dengan catatan 
kita memiliki niat dan bekerja keras untuk melakukan perubahan.
Dunia ini Fana, selalu ada 2 kecenderungan yang berpasangan dan terjadi silih berganti. 
Kita manusia hanya menjalani kehidupan dan berusaha menjadi yang terbaik. 

Yakinlah bahwa Tuhan akan memberi kita semua ujian dan masalah yang mampu kita selesaikan, agar kita kuat menjalani hidup ini, tetap semangat berjuang, hubungkan aktivitas hidup dan kehidupan dengan koherensinya dengan spritualitas. 

Niat dan Kerja Keras untuk "Perubahan"

Monday, October 17, 2011

Nilai Sebuah Kepercayaan ' THE VALUE OF A TRUST

Sebuah Kepercayaan yg digenggam erat melambangkan konsistensi
Nilai Sebuah Kepercayaan (the value of a trust)
Kisah ini adalah sebuah contoh proses perjuangan seorang karyawan biasa sampai akhirnya bisa membangun usahanya sendiri

Ada seorang pemuda yang dulunya hanya seorang Office Boy biasa di perusahaan Jepang. 
Namun selang tahun kemudian pemuda ini berhasil menjadi pengusaha sukses di bidang jasa. 
Kenapa itu terjadi ? 
Pemuda yang hanya lulus SMP awalnya hanya mencari pekerjaan. 
Dan diterimalah dia bekerja di kota besar ini. 
Betapa senangnya pemuda itu. Itu terlihat dari kinerjanya yang selalu bersemangat dalam mengerjakan tugas, selalu tersenyum ramah dan siap menolong teman yang membutuhkannya. 
Bahkan kerja lembur dan tidur di kantor pun dijalaninya dengan senang. 
Tugas yang tadinya hanya jadi pesuruh, membereskan file, mengantar minuman di suatu hari meningkat menjadi pembantu administrasi. 
Saat ada karyawan kantor yang mengalami musibah dan tidak dapat menyelesaikan tugasnya, pemuda itu mau belajar keras menggunakan komputer untuk membantu temannya mengetik tugas. 
Bos pemuda itu adalah orang Jepang. 
Dan pemuda itu sering sekali menemani dan membantu bosnya itu bekerja lembur. Walau perintah bos ini menggunakan bahasa Jepang, namun karena keinginan keras untuk belajar maka pemuda itupun menguasai bahasa Jepang sekaligus. Dan penguasaannya terhadap bahasa Jepang juga tidak lepas dari bantuan karyawan Jepang yang ada diperusahaan itu, yang sangat menghargai jika ada bangsa lain yang mau belajar bahasanya. Karena itu setiap teman Jepangnya pulang kampung pemuda itu selalu minta untuk dibawakan buku – buku. Hasilnya terlihat empat tahun kemudian. 
Dari yang semula hanya pembantu administrasi naik menjadi asisten administrasi penghubung. Setiap ada tamu dari Jepang pemuda itu selalu yang diminta untuk menemani mereka. 
Menjadi penerjemah bagi mereka dan lama - lama pemuda itu dipercaya mengurus banyak hal seperti menghadap pejabat dan menyampaikan pesan penting antar departemen. 
Sekian tahun kemudian atas persetujuan dan bantuan bosnya serta kepercayaan yang terbentuk selama ini, pemuda itu meminta ijin mengundurkan diri untuk membuka usaha di bidang jasa, 
yaitu mengurus berbagai perijinan dan perekrutan karyawan, khususnya untuk perusahaan Jepang yang akan berinvestasi di Indonesia. 
Pemuda itu merasa bersyukur dengan apa yang telah dialami dan didapatkannya. Dan berjanji akan terus belajar. 

Sahabat-sahabatku...kisah ini adalah sebuah contoh proses perjuangan seorang karyawan biasa sampai akhirnya bisa membangun usahanya sendiri.
Apa yang dicapainya saat ini tidak dibangun dalam sekejap, tapi dengan kerja keras, kejujuran, dapat dipercaya dan penuh tanggung jawab, mau belajar serta tahu menempatkan diri.
Dan kualitas karakter positif itulah yang mengubah hidupnya.
Karena itu jika kita ingin berhasil sepertinya maka kita bisa memulainya dari dimana kita berada saat ini dengan
belajar, bekerja sungguh – sungguh, dan mampu menjaga kepercayaan yang diberikan
Begitu integritas kita terbangun 
maka apapun yang kita tekuni lambat atau cepat pasti akan mendapat tempat dan pasti kesuksesan demi kesuksesan akan datang menyusul

Sebuah Kepercayaan Dalam Berbisnis & Bermitra
translation
THE VALUE OF A TRUST

This story is an example of the struggle of a regular employee until he could build his own businessThere was a young man who was once just an ordinary Office Boy in Japanese companies.But after years later this young man managed to become successful entrepreneurs in the field of services.Why does that happen?The young man who just graduated from high school was originally just looking for a job.And he received, he worked in this big city.How delighted young man. It looks from the performance which is always excited about work, always smiling and ready to help friends in need.Even working late and sleeping in the office had lived happily.The task was only to be janitor, cleaning files, take a drink in one day rise to the administrative assistant.When an employee's office of the unfortunate and can not finish its work, the youth is willing to study hard to use a computer to help his friend typing tasks.The young man's boss is Japanese.And every so often accompany the young man and help his boss was working overtime. Although this boss commands using the Japanese language, but because the desire to learn hard to master and even then the young Japanese as well. And his mastery of the Japanese language is also not free from the help Japanese employees in the company's existing, highly appreciate if any other nation who want to learn the language. Therefore any Japanese friends back home always ask for the young man brought the book - the book. The result looks four years later.Of which was originally only rose to assistant administrative assistant administrative liaison. Every guest of the Japanese boy who always asked to accompany them.Being a translator for them and the old - old boy believed to take care of many things like facing officials and convey an important message across departments.A few years later with the approval and help of his boss and beliefs formed during this, the young man asked for permission to resign to open businesses in services,the care of a variety of licensing and hiring employees, especially for the Japanese company that will invest in Indonesia.The young man was grateful with what has been experienced and acquired. And promised to continue to learn.
My friends ... this story is an example of the struggle of a process of regular employees until finally able to build his own business.What are reached today are not built overnight, but with hard work, honesty, trustworthy and responsible, willing to learn and know the place itself.And that's a positive character qualities that changed his life.Therefore if we want to succeed like then we can start from where we are today withlearning, work enthusiasm, and able to maintain the trust given.Once the integrity of our waking then whatever we dilligently sooner or later will surely get a definite success and success will come for follow

Kepercayaan yang kokoh dilambangkan dengan batubata tersusun rapi