Wednesday, November 30, 2011

7 Kebiasaan Baik Yang Membuat Hidup Bisa Jadi Kaya

7 Kebiasaan Baik Yang Membuat Hidup Bisa Jadi Kaya

Sering kali kita berpikir, bagaimana caranya agar kita bisa kaya secara materil dengan waktu cepat, tapi sedikit di antara kita tidak memikirkan arti kaya yang sebenarnya, kebiasaan kita sangat menentukan arah yang akan kita lalui, ini sedikit motivasi buat anda sekalian yang semoga berguna buat yang membacanya:

1. Kebiasaan mengucap syukur

Ini adalah kebiasaan istimewa yang bisa mengubah hidup selalu menjadi lebih baik. Bahkan agama mendorong kita bersyukur tidak saja untuk hal-hal yang baik, tapi juga dalam kesussahan dan hari-hari yang buruk. Ada rahasia besar di balik ucapan syukur yang sudah terbukti sepanjang sejarah. Hellen Keller yang buta dan tuli sejak usia dua tahun, telah menjadi orang yang terkenal dan dikagumi di seluruh dunia. Salah satu ucapannya yang banyak memotivasi orang adalah, “Aku bersyukur atas cacat-cacat ini, aku menemukan diriku, pekerjaanku dan Tuhanku”. Memang sulit untuk bersyukur, namun kita bisa belajar secara bertahap. Mulailah mensyukuri kehidupan, mensyukuri berkat, kesehatan, keluarga, sahabat, dan sebagainya. Lama kelamaan Anda bahkan bisa bersyukur atas kesusahan dan situasi yang buruk.

2. Kebiasaan berpikir positif

Hidup kita dibentuk oleh apa yang paling sering kita pikirkan. Kalau selalu berpikiran positif, kita cenderung menjadi pribadi yang yang positif. Ciri-ciri dari pikiran yang positif selalu mengarah kepada kebenaran, kebaikan, kasih sayang, harapan dan suka cita. Sering-seringlah memantau apa yang sedang Anda pikirkan. Kalau Anda terbenam dalam pikiran negatif, kendalikanlah segera ke arah yang positif. Jadikanlah berpikir positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif yang akan Anda alami.

3. Kebiasaan berempati

Kemampuan berhubungan dengan orang lain merupakan kelebihan yang dimiliki oleh banyak orang sukses. Dan salah satu unsur penting dalam berhubungan dengan orang lain adalah empati, kemampuan atau kepekaan untuk memandang dari sudut pandang orang lain. Orang yang empati bahkan bisa merasakan perasaan orang lain, mengerti keinginannya dan menangkap motif di balik sikap orang lain. Ini berlawanan sekali dengan sikap egois, yang justru menuntut diperhatikan dan dimengerti orang lain. Meskipun tidak semua orang mudah berempati, namun kita bisa belajar dengan membiasakan diri melakukan tindakan-tindakan yang empatik. Misalnya, jadilah pendengar yang baik, belajarlah menempatkan diri pada posisi orang lain, belajarlah melakukan apa yang Anda ingin orang lain lakukan kepada Anda, dan sebagainya.

4. Kebiasaan mendahulukan yang penting

Pikirkanlah apa saja yang paling penting, dan dahulukanlah. Jangan biarkan hidup Anda terjebak dalam hal-hal yang tidak penting sementara hal-hal yang penting terabaikan. Mulailah memilah-milah mana yang penting dan mana yg tidak, kebiasaan mendahulukan yang penting akan membuat hidup Anda efektif dan produktif dan meningkatkan citra diri Anda secara signifikan.
5. Kebiasaan bertindak

Bila Anda sudah mempunyai pengetahuan, sudah mempunyai tujuan yang hendak dicapai dan sudah mempunyai kesadaran mengenai apa yang harus dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah bertindak. Biasakan untuk mengahargai waktu, lawanlah rasa malas dengan bersikap aktif. Banyak orang yang gagal dalam hidup karena hanya mempunyai impian dan hanya mempunyai tujuan tapi tak mau melangkah.

6. Kebiasaan menabur benih

Prinsip tabur benih ini berlaku dalam kehidupan. Pada waktunya Anda akan menuai yang Anda tabur. Bayangkanlah, betapa kayanya hidup Anda bila Anda selalu menebar benih ‘kebaikan’. Tapi sebaliknya, betapa miskinnya Anda bila rajin menabur keburukan.

7. Kebiasaan hidup jujur

Tanpa kejujuran, kita tidak bisa menjadi pribadi yang utuh, bahkan bisa merusak harga diri dan masa depan Anda sendiri. Mulailah membiasakan diri bersikap jujur, tidak saja kepada diri sendiri tapi juga terhadap orang lain. Mulailah mengatakan kebenaran, meskipun mengandung resiko. Bila Anda berbohong, kendalikanlah kebohongan Anda sedikit demi sedikit.7 Kebiasaan Baik Yang Membuat Hidup Bisa Jadi Kaya

Sering kali kita berpikir, bagaimana caranya agar kita bisa kaya secara materil dengan waktu cepat, tapi sedikit di antara kita tidak memikirkan arti kaya yang sebenarnya, kebiasaan kita sangat menentukan arah yang akan kita lalui, ini sedikit motivasi buat anda sekalian yang semoga berguna buat yang membacanya:

1. Kebiasaan mengucap syukur

Ini adalah kebiasaan istimewa yang bisa mengubah hidup selalu menjadi lebih baik. Bahkan agama mendorong kita bersyukur tidak saja untuk hal-hal yang baik, tapi juga dalam kesussahan dan hari-hari yang buruk. Ada rahasia besar di balik ucapan syukur yang sudah terbukti sepanjang sejarah. Hellen Keller yang buta dan tuli sejak usia dua tahun, telah menjadi orang yang terkenal dan dikagumi di seluruh dunia. Salah satu ucapannya yang banyak memotivasi orang adalah, “Aku bersyukur atas cacat-cacat ini, aku menemukan diriku, pekerjaanku dan Tuhanku”. Memang sulit untuk bersyukur, namun kita bisa belajar secara bertahap. Mulailah mensyukuri kehidupan, mensyukuri berkat, kesehatan, keluarga, sahabat, dan sebagainya. Lama kelamaan Anda bahkan bisa bersyukur atas kesusahan dan situasi yang buruk.
2. Kebiasaan berpikir positif

Hidup kita dibentuk oleh apa yang paling sering kita pikirkan. Kalau selalu berpikiran positif, kita cenderung menjadi pribadi yang yang positif. Ciri-ciri dari pikiran yang positif selalu mengarah kepada kebenaran, kebaikan, kasih sayang, harapan dan suka cita. Sering-seringlah memantau apa yang sedang Anda pikirkan. Kalau Anda terbenam dalam pikiran negatif, kendalikanlah segera ke arah yang positif. Jadikanlah berpikir positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif yang akan Anda alami.
3. Kebiasaan berempati

Kemampuan berhubungan dengan orang lain merupakan kelebihan yang dimiliki oleh banyak orang sukses. Dan salah satu unsur penting dalam berhubungan dengan orang lain adalah empati, kemampuan atau kepekaan untuk memandang dari sudut pandang orang lain. Orang yang empati bahkan bisa merasakan perasaan orang lain, mengerti keinginannya dan menangkap motif di balik sikap orang lain. Ini berlawanan sekali dengan sikap egois, yang justru menuntut diperhatikan dan dimengerti orang lain. Meskipun tidak semua orang mudah berempati, namun kita bisa belajar dengan membiasakan diri melakukan tindakan-tindakan yang empatik. Misalnya, jadilah pendengar yang baik, belajarlah menempatkan diri pada posisi orang lain, belajarlah melakukan apa yang Anda ingin orang lain lakukan kepada Anda, dan sebagainya.
4. Kebiasaan mendahulukan yang penting

Pikirkanlah apa saja yang paling penting, dan dahulukanlah. Jangan biarkan hidup Anda terjebak dalam hal-hal yang tidak penting sementara hal-hal yang penting terabaikan. Mulailah memilah-milah mana yang penting dan mana yg tidak, kebiasaan mendahulukan yang penting akan membuat hidup Anda efektif dan produktif dan meningkatkan citra diri Anda secara signifikan.
5. Kebiasaan bertindak

Bila Anda sudah mempunyai pengetahuan, sudah mempunyai tujuan yang hendak dicapai dan sudah mempunyai kesadaran mengenai apa yang harus dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah bertindak. Biasakan untuk mengahargai waktu, lawanlah rasa malas dengan bersikap aktif. Banyak orang yang gagal dalam hidup karena hanya mempunyai impian dan hanya mempunyai tujuan tapi tak mau melangkah.

6. Kebiasaan menabur benih

Prinsip tabur benih ini berlaku dalam kehidupan. Pada waktunya Anda akan menuai yang Anda tabur. Bayangkanlah, betapa kayanya hidup Anda bila Anda selalu menebar benih ‘kebaikan’. Tapi sebaliknya, betapa miskinnya Anda bila rajin menabur keburukan.

7. Kebiasaan hidup jujur

Tanpa kejujuran, kita tidak bisa menjadi pribadi yang utuh, bahkan bisa merusak harga diri dan masa depan Anda sendiri. Mulailah membiasakan diri bersikap jujur, tidak saja kepada diri sendiri tapi juga terhadap orang lain. Mulailah mengatakan kebenaran, meskipun mengandung resiko. Bila Anda berbohong, kendalikanlah kebohongan Anda sedikit demi sedikit.

Tuesday, November 22, 2011

Tujuh Langkah Kesabaran ' 7 STEPS OF PATIENCE

Alkisah, di sebuah rumah gubuk terpencil di sebuah pegunungan yang indah, tinggallah seorang kakek tua yang terkenal karena kebijaksanaannya. Banyak orang dari berbagai tempat datang kepadanya untuk meminta nasihat si kakek tua itu. Suatu hari, datanglah seorang pria yang telah tiga hari lamanya menempuh perjalanan dengan berjalan kaki. Sesampai di hadapan si kakek tua, pria itu memohon nasihat tentang bagaimana cara mengendalikan emosi atau amarah yang cepat terbakar dan tidak terkendali.
Setelah sejenak memandang pria tersebut, sang kakek tua nan bijak itu pun berkata, "Anak muda, setiap kali engkau tersinggung, marah atau terpancing emosi, ingatlah tujuh langkah kesabaran. Yaitu melangkah mundur tujuh langkah, lalu maju lagi tujuh langkah, dan lakukan hal tersebut tujuh kali kali berturut-turut. Lakukan dengan langkah mantap sambil berhitung. Setelah itu, barulah engkau ambil keputusan untuk bertindak."

Merasa mendapatkan nasihat bijak, dengan gembira pria itu pulang kembali ke desanya. Ia yakin sekali masalah emosi sulit terkendali yang dideritanya pasti bisa terpecahkan. Tiga hari perjalanan kembali pulang harus dia tempuh. Hari telah larut ketika ia sampai di rumah. Dengan pakaian yang lusuh, badan letih dan pegal-pegal, serta perut sangat lapar, ia masuk ke dalam kamar istrinya. Didalam benaknya terbayang makan malam dan air hangat untuk mandi yang biasa disediakan oleh istrinya. Tetapi seperti disambar geledek, pria itu mendapati istrinya sedang tertidur lelap di balik selimut dengan orang lain.

Demi melihat pemandangan seperti itu, penyakit lamanya langsung kambuh; emosi membutakan akal sehatnya, "Kurang ajar! Baru ditinggal sebentar saja sudah berani memasukkan orang lain ke kamar...!" Dengan kemarahan yang meluap, pria itu mencabut belati bermaksud menghabisi mereka berdua. Tetapi, spontan dia teringat dengan nasihat si kakek tua yang bijak dan langsung mempraktekkannya; sambil mengangkat tangan menghunus belati dan hembusan napas kemarahan, hentakan kaki dan suara hitungan pun segera terdengar. Kegaduhan itu akhirnya membangunkan sang istri.

Ketika istrinya bangun dan menyingkap selimut, betapa kaget sekaligus leganya pria itu karena ternyata yang menemani istrinya tidur adalah ibunya sendiri. Detik itu juga rasa syukurterucap dari mulutnya yang bergetar. Ia telah berhasil mencegah satu tindakan emosional dan bodoh. Entah apa yang akan terjadi seandainya dia menuruti emosinya belaka, tidak menuruti nasihat si kakek bijak, mungkin dia telah membunuh orang-orang yang paling dicintainya, dan hidupnya akan dirundung penyesalan seumur hidup.

Pembaca yang budiman,
Kesabaran adalah mutiara kehidupan yang pantas dan harus kita miliki! 
Saat kita berjuang tetapi belum berhasil, kita membutuhkan kesabaran.  

Kesabaran dalam perjuangan bisa pula diartikan sebagai suatu keuletan, ketekunan, atau mental tahan banting.

Ketika menghadapi orang lain yang sedang emosi, kita butuh kesabaran. 
Lebih-lebih saat kita sendiri tersinggung, marah, dan emosi, kita pun perlu rem berupa kesabaran. 

Kesabaran dalam konteks tersebut berarti suatu kematangan mental untuk mampu menahan diri dan mengendalikan sikap-sikap kita supaya tidak terjerumus pada tindakan-tindakan irasional yang merugikan.

Kesabaran merupakan ilmu hidup yang harus kita miliki jika kita ingin meraih sukses sejati. Tanpa kesabaran, kita akan mudah terjebak dalam komunikasi negatif dan sulit menjalin hubungan sosial yang konstruktif. Tanpa kesabaran kita cenderung mudah melakukan tindakan-tindakan tak terkendali yang mengundang penyesalan di kemudian hari. Sebaliknya, melatih kesabaran berarti memperkecil kemungkinan penyesalan.

Jadi, saat emosi menguasai kita, ingatlah "tujuh langkah kesabaran"!

______________
Audio cerita ini, juga terdapat dalam CD Audio-Book "Wisdom & Success" edisi #1 (cerita no 9). Jika Anda ingin mendapatkan/mengoleksi, silakan hubungi office di (021) 6339523 / 6323613. source: andriewongso.com

Monday, November 21, 2011

Mengalahkan Rasa Takut (OVERCOME THE FEAR)

 
Setiap orang pasti memiliki yang namanya ketakutan
Ketakutanlah yang menjadi musuh setiap orang dalam usahanya meraih sukses. 
Untuk meraih sukses, pasti dibutuhkan action atau tindakan nyata untuk mewujudkannya. Sayangnya, rasa takut membuat sebagian orang berhenti.
Kadang-kadang, rasa takut tersebut terlalu besarnya, sehingga mempengaruhi kinerja dan performa seseorang.

Perlu Anda ketahui bahwa orang yang sukses bukanlah orang yang tidak mempunyai rasa takut. Mereka juga memilikinya sama seperti Anda. 
Yang membedakan adalah, mereka tetap bertindak meskipun ketakutan muncul
Sedangkan orang-orang yang gagal membiarkan rasa takut menghentikan mereka. 
Mereka terlalu memikirkan akibat-akibat yang tak menyenangkan seperti takut ditolak, ditertawakan, diejek, atau dihina. 
Mereka memikirkan 1001 akibat negatifnya padahal apa yang mereka takutkan sering kali tidak pernah terjadi.
Rasa takut muncul dari pikiran Anda sendiri, 
Andalah yang membuat diri sendiri menjadi takut. 
Jangan biarkan rasa takut mempengaruhi Anda, 
tetapi taklukkan rasa takut Anda melalui tindakan, 
sehingga mental Anda akan menjadi semakin baik.

csd_suhardi@yahoo.com













OVERCOME THE FEAR
Eeach person must have a name of a FEAR.
Fear that the enemy of every man in his quest for success.
To achieve success, must have required action or action to make it happen. Unfortunately, fear of making some people stop.
Sometimes, the fear is too big, thus affecting the performance and the performance of a person.
You need to know that successful people are not people who have no fear. They also have it just like you.
The difference is, they still appear to act despite fear.
Whereas those who fail to let fear stop them.
They are too concerned about the consequences of such ominous fear of being rejected, ridiculed, mocked, or humiliated.
They think of 1001 due to negative when what they fear is often never happens.
The fear comes from your own thoughts,
You made yourself to be afraid.
Do not let fear affect you,
but conquer your fear through action,
so that mentally you will be better.

Kasih Ibu Tiada Tara ' MOTHER'S LOVE No Comparison

Kasih Ibu Tiada Tara
(mohon dibaca dengan seksama...) 
Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit. Sang ibu sering meratapi nasibnya memikirkan anaknya yang mempunyai tabiat sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mabuk, dan melakukan tindakan-tindakan negatif lainnya. Ia selalu berdoa memohon, "Tuhan, tolong sadarkan anak yang kusayangi ini, supaya tidak berbuat dosa lagi. Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati." Tetapi, si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya.
Suatu hari, dia dibawa kehadapan raja untuk diadili setelah tertangkap lagi saat mencuri dan melakukan kekerasan di rumah penduduk desa. Perbuatan jahat yang telah dilakukan berkali-kali, membawanya dijatuhi hukuman pancung. Diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan di depan rakyat desa keesokan harinya, tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi.

Berita hukuman itu membuat si ibu menangis sedih. Doa pengampunan terus dikumandangkannya sambil dengan langkah tertatih dia mendatangi raja untuk memohon anaknya jangan dihukum mati. Tapi keputusan tidak bisa dirubah! Dengan hati hancur, ibu tua kembali ke rumah.
Keesokan harinya, di tempat yang sudah ditentukan, rakyat telah berkumpul di lapangan pancung. Sang algojo tampak bersiap dan si anak pun pasrah menyesali nasib dan menangis saat terbayang wajah ibunya yang sudah tua.
 

Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Namun setelah lewat lima menit dari pukul 06.00, lonceng belum berdentang. Suasana pun mulai berisik. Petugas lonceng pun kebingungan karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada. Saat mereka semua sedang bingung, tibatiba dari tali lonceng itu mengalir darah. Seluruh hadirin berdebar-debar menanti, apa gerangan yang terjadi? Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah. Dia memeluk bandul dan menggantikannya dengan kepalanya membentur di dinding lonceng

Si ibu mengorbankan diri untuk anaknya. Malam harinya dia bersusah payah memanjat dan mengikatkan dirinya ke bandul di dalam lonceng, agar lonceng tidak pernah berdentang demi menghindari hukuman pancung anaknya.

Semua orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata. Sementara si anak meraung-raung menyaksikan tubuh ibunya terbujur bersimbah darah. Penyesalan selalu datang terlambat! 

Pembaca yang budiman,
Kasih ibu kepada anaknya sungguh tiada taranya. 
Betapapun jahat si anak, seorang ibu rela berkorban dan akan tetap mengasihi sepenuh hidupnya. 
Maka selagi ibu kita masih hidup, kita layak melayani, menghormati, mengasihi, dan mencintainya. 
Perlu kita sadari pula suatu hari nanti, kitapun akan menjadi orang tua dari anak-anak kita, yang pasti kita pun ingin dihormati, dicintai dan dilayani sebagaimana layaknya sebagai orang tua.

Bila hidup diantara keluarga ataupun sebagai sesama manusia jika kita bisa saling menghargai, menyayangi, mencintai, dan melayani, niscaya hidup ini akan terasa lebih indah dan membahagiakan

(source : Andriewongso)

Talenta Dan Karakter Pribadi

Kebaikan adalah bentuk khusus dari kebenaran dan keindahan. Ia adalah kebenaran dan keindahan dalam bentuk perilaku manusia.
- H.A. Overstreet -

Seringkali seseorang lebih mengandalkan kecerdasan dan talentanya untuk meraih keberhasilan dalam karier maupun dunia bisnis
Sesungguhnya untuk menggapai kesuksesan dalam pekerjaan dan bisnis, bukan hanya diperlukan kecerdasan dan telenta yang kuat semata, 
melainkan juga harus ditambahkan memiliki karakter yang baik.

Memiliki kecerdasan dan talenta yang kuat semata, 
meskipun mungkin dapat mendukung keberhasilannya, 
namun belum menjamin keberhasilan yang penuh makna dan memberikan kemuliaan seseorang. 
Sebaliknya seseorang yang memiliki kecerdasan dan talenta yang kuat, serta didukung dengan karakter yang baik, keberhasilannya akan memberikan makna dan memuliakannya. Karena kekuatan kebaikannya tidak akan pernah bisa disembunyikan dari siapa pun. 
Karena kekuatan kebaikannya akan memancar keluar dan menarik banyak peluang-peluang bagus dan kemudahan mendekat.

Manusia yang berkarakter baik, artinya mereka memiliki keindahan dalam perilaku dan kebenaran dalam tindakan. 
Karena kebaikan itu sangat berhubungan erat dengan keindahan perilaku manusia. Karenanya selain memiliki talenta dan kecerdasan, berlakulah baik, bertindaklah mulia agar kekuatan kebaikannya memancar dari diri Anda.

Dalam praktik nyatanya dalam kehidupan pekerjaan dan bisnis misalnya, karakter yang baik dapat tercermin dari senantiasa mengedepankan perilaku kejujuran, 
bisa dipercaya, memiliki ketekunan, memiliki kepedulian atau empati, kerjasama yang baik, bertanggung jawab dan mengembangkan sifat-sifat kemuliaan yang bersumber dari dalam hatinya.
Cara terbaik dalam membangun kebaikan pribadi adalah dengan mengedepankan nilai-nilai kebaikan yang kita yakini dalam hati dalam setiap perilaku kehidupan. 

Dengan mengedepankan nilai-nilai kebenaran tentang hal-hal yang kita lakukan. Kalau implementasinya dalam organisasi adalah dengan mengedepankan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran tentang hal-hal yang kita lakukan bersama dengan para anggota organisasi maupun dengan orang lain yg berhubungan dengan organisasi bisnis. Itulah cara terbaik dalam mengembangkan kebaikan pribadi dan dalam memperlakukan orang lain, apakah anggota organisasi, para pemasok, para konsumen maupun kepada calon pelanggan kita.
Untuk menjadi pribadi unggul dan sukses mulia dalam pekerjaan maupun dunia bisnis, teruslah mempertajam kecerdasan, mengasah talenta Anda dan mengembangkan karakter pribadi yang baik. 
Karena karakter pribadi yang baik kekuatannya tidak dapat disembunyikan dari siapapun. Inilah modal bagi kesuksesan dalam pekerjaan dan berbisnis, bahkan menjadi modal dalam mencapai kemuliaan dalam kehidupan. SEMOGA BERMANFAAT.

oleh :
Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia dan penulis Buku "The Wisdom of Business", diterbitkan Elex Media Komputindo

Ketetapan Hati (from a real story)

Bertahun-tahun silam, ada seorang pemuda dari kota Malang Jawa Timur, berbekal pendidikan kelas 6 SD pun tidak tamat, dia mencoba mengadu nasib ke ibukota, sesampai di Jakarta dia mendapat pekerjaan sebagai seorang salesman di sebuah perusahaan sabun.

Saat itu, film-film action kungfu dari Hongkong dan Taiwan sedang gencar masuk ke Indonesia. Karena merasa punya bekal ilmu kungfu, body menawan dan wajah yang oke, pemuda itu pun punya mimpi dan mencanangkan tekadnya, ingin menjadi seorang bintang film laga di Indonesia. Pengorbanan yang tidak tanggung-tanggung-pun dilakukan dengan mengundurkan diri dari pekerjaannya. Namun sayang, nasib baik belum memihak kepadanya, kenyataan tidak seindah impian, kegagalan pun harus ikhlas diterimanya.


Waktu terus berjalan, kegagalan yang lalu tidak menyurutkan langkahnya. Impian menjadi bintang film tambah menguat, bahkan target lebih besar ditancapkan, yakni ingin menjadi bintang film kungfu di Hongkong, persiapanpun dilakukan dengan lebih baik, Dari latihan fisik lebih keras dan doa pun mengiringi surat lamaran dengan foto-foto action yang di kirim ke perusahaan Eterna Film di Hongkong.

Tidak beberapa lama kemudian, surat balasan datang, memberitahu bahwa ia diterima menjadi bintang film di Hongkong.

"Ya Tuhaaann... impianku jadi kenyataan!" teriaknya kegirangan. berita gembira itu pun langsung menyebar. Segala persiapan dia lakukan.

Saat menikmati kegembiraannya, tiba-tiba sebuah surat datang kembali. Beritanya sungguh menyedihkan. Akibat cuaca buruk yang berkepanjangan,terpaksa syuting film harus ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan...perasaan sedih spontan menyelimutinya..tubuhnya lemas, lunglai karena tidak ada kepastian kapan akan berangkat. Kegembiraan pun langsung berubah menjadi kemuraman.

"Apakah ini pertanda memang aku tidak ditakdirkan jadi bintang film di Hongkong?"keluhnya dalam hati. Batin pemuda itu terus bergejolak, antara tetap bertahan dengan impian besarnya untuk jadi bintang film atau menyerah

Perasaan pemuda itu tidak menentu. Pikirannya goncang. Tarikan kuat di hatinya untuk terus bertahan bertarung sangat keras dengan godaan untuk menyerah. Tiba-tiba, dia ingat kata-kata motivasi yang sering diajarkan oleh ayahnya,
" Selama gunung masih menghijau, jangan takut kehabisan kayu bakar." sontak, kata pepatah motivasi itu langsung kembali membangkitkan semangatnya. "Aku harus bertahan. Aku pasti bisa menjadi bintang film di hongkong, Aku tidak boleh menyerah dan tidak akan menyerah! Ketetapan hatiku tidak akan goyah!!!"

Tiga bulan kemudian.. 
dengan ketetapan hati yang dilandasi kebulatan tekad untuk tetap bertahan itu, akhirnya panggilan untuk berangkat main film datang. Pemuda itu berhasil menggapai impiannya, menjadi bintang film Hongkong yang mengambil lokasi syuting di Taiwan.

Sungguh, kemenangan perang batin yang luar biasa, Keyakinan kuatnya untuk menjadi bintang film terjawab sudah. Proses perjuangan yang dilandasi ketetapan hati itu akhirnya mengkristal, menjadi sebuah kekayaan mental dan menjadi karakter bagi pemuda tadi, sehingga berguna di kemudian hari dan menjadi bekalnya meraih sukses di berbagai bidang yang dia tekuni. 

source : andriewongso.com

Sunday, October 23, 2011

Manchester United vs Manchester City 1-6


Pemain MU Menderita Dipermalukan City 

VIVAnews -  Derby Manchester di awal musim 2011-12 berakhir mencengangkan. Manchester United, sebagai juara bertahan dan tim tersukses di Inggris, kalah telak 1-6 dari tim sekotanya Manchester City, Minggu, 23 Oktober 2011.


Satu-satunya gol MU dicetak Darren Fletcher di menit 81. Sedangkan enam gol City disumbang Mario Balotelli dan Edin Dzeko masing-masing dengan dua gol, Sergio Aguero, dan David Silva.

Menurut Fletcher, hasil ini menyakitkan bukan cuma buat para fans. Tapi juga untuk para pemain Setan Merah."Kami sadar hasil ini sangat menyakitkan, bagaimana mereka (para fans) harus berangkat kerja di Senin pagi dan dicemooh. Tapi para pemain juga sama menderitanya," kata Fletcher dilansir dari situs resmi MU.

"Kami juga tinggal di kota yang sama dan kami juga harus bisa mengatasi masalah yang sama," ujarnya lagi.

Menurut Fletcher, para pecinta MU harus melihat sisi positif dari kekalahan hari itu. Sebab, berapa pun skor akhirnya, MU tetap kehilangan jumlah poin yang sama.

Namun, kalah dengan telak seperti ini harus terus diingat oleh rekan-rekannya. Dengan begitu mereka akan tahu jika kekalahan tak berbuah medali kemenangan.

"Jalan kompetisi musim ini masih panjang. Memang ini hasil buruk, tapi bukan artinya kompetisi liga sudah selesai. Kami harus bisa memenangi pertandingan berikutnya."

sumber : VIVAnews

Kecelakaan Simoncelli Sirkuit Sepang MALAYSIA



VIVAnews - Pebalap MotoGP asal Italia Marco Simoncelli meninggal setelah kecelakaan mengerikan di Grand Prix Malaysia di Sepang, Minggu, 23 Oktober 2011.
Simoncelli, 24, jatuh pada lap kedua setelah tak mampu mengendalikan kendaraannya saat berebut posisi empat.
Na'asnya, di belakang Simoncelli ada Colin Edwards. Tabrakan pun tak bisa dihindari. Edwards terlihat berusaha mengerem kendaraan tapi gagal.  Sedangkan Rossi yang sempat oleng berhasil mengendalikan Ducatinya.

"Dia mengalami trauma yang sangat serius di kepala, leher, dan dada," kata Direktur medis Grand Prix Malaysia Michele Macchiagodena seperti dikutip Reuters, Minggu 23 September 2011.

Saat petugas medis menolongnya, Simoncelli yang memperkuat tim Honda Gresini tak sadarkan diri. Ketika berada di dalam ambulance, detak jantungnya berhenti, sehingga petugas medis melakukan cardiac pulmonary resuscitation (CPR), yakni teknik pertolongan pertama pada korban untuk menormalkan detak jantung.

Sesampainya di Medical Center, dengan bantuan staf dokter, ia diintubasi untuk mengeluarkan darah dari rongga throax. "Usaha CPR dilanjutkan sampai 45 menit berikutnya, karena kami berusaha menolongnya selama mungkin," katanya.

Sayangnya mereka tak dapat menolongnya. Pada pukul 16.56 atau 15.56 WIB, Simoncelli dinyatakan meninggal dunia. Sejumlah klub sepak bola yang bertanding semalam, mengheningkan cipta untuk kepergian Simoncelli.

Sementara itu, pembalap Yamaha, Edwards juga sempat terjatuh dari sepeda motornya, tapi tidak terluka serius. Sedangkan Rossi mampu membujuk Ducati kembali ke pit.

Macchiagodena menambahkan, "(Edwards) mengalami dislokasi bahu dan dengan anestesi bahu sekarang dalam keadaan baik-baik saja."

sumber :
• VIVAnews

Wednesday, October 19, 2011

Belajar Apapun ( LEARN ANYTHING )

Sedari kecil, kita sudah terbiasa dengan kegiatan BELAJAR
Belajar Apapun... (Learn Anything)
Setiap kali mendengar kata belajar, sepertinya hampir semua telinga berdengung.
Itu pun terjadi pada telinga saya.
Belajar bukan kata yang perlu ditakuti atau dihindari bahkan tak perlu dijadikan kambing hitam. Kenapa kita selalu mengasumsikan kata belajar dengan sesuatu yang kesannya serius, formal, kaku, membosankan, dan kata-kata yang bernilai negatif.


Harusnya kita menyadari bahwa sejak kita dilahirkan kedunia ini,
kita tak pernah luput atau lepas dari kata yang satu ini.
Sejak bayi kita belajar menangis..apa benar menangis itu belajar?
baiklah ambil contoh yang lain, ketika kita berumur 1 tahun kita belajar merangkak,
kemudian dilanjutkan dengan belajar berjalan, dan belajar mengucapkan kata "mama".

Banyak contoh yang bisa kita ambil bahkan sejak kita masih belum mengerti esensi dari belajar itu sendiri.
Ketika kita menginjak masa remaja,
kata belajar ini semakin rumit atau semakin membuat kita penuh beban.
Tak seperti dulu waktu kita balita yang dengan riang gembiranya melewati masa-masa belajar. Orang tua kita sering menyebutkan atau bahkan meneriakkan kata belajar penuh dengan pengharapan dan tekanan. 

"Kamu sudah belajar apa hari ini?" ,
"Kenapa kamu tidak belajar, malah main terus?",
"Belajar sana!jangan males-malesan!",
"Belajar kamu!atau uang jajan mami potong!".

Apa yang terjadi dengan belajar di masa-masa seperti ini?
saya teringat ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama,
Ibu saya pernah berkata "Kamu kenapa ga belajar, katanya mau jadi dokter?"
Kata belajar terus terngiang di telinga saya sampai saya menginjak dewasa.
Kemudian saya menyikapinya dengan penuh beban. 
Belajar dengan penuh beban

"Apakah benar saya harus giat belajar biar saya jadi dokter nantinya"
hati kecil saya berbisik.
Namun kenyataan berkata lain saya tidak jadi dokter saat ini,
dengan catatan bahwa saya sudah belajar dengan giat pada waktu Sekolah Menengah Umum agar bisa masuk Perguruan Tinggi baik itu Negeri ataupun Swasta yang memiliki jurusan Kedokteran.
Kesimpulan salah yang mungkin saya bisa saya ambil pada saat itu adalah tidak perlu giat belajar, toh saya tidak jadi dokter.

Namun kesimpulan bijak yang bisa kita ambil dari kasus di atas adalah :
"ternyata diperlukan bukan sekedar giat belajar untuk mencapai tujuan atau cita-cita yang ingin kita raih",
ada faktor-faktor lain yang memang harus kita penuhi
dan tentunya ada faktor X yang kita tak pernah ketahui sebelumnya.
Dari semua itu saya mendapati hal yang luar biasa dari kata belajar ini.

Pada masa pertengahan kuliah,
saya menyadari satu hal yang merubah pandangan saya akan kata belajar.
Kita tidak perlu selalu bergulat dengan buku-buku tebal,
bacaan-bacaan yang penuh dengan teori dan itung-itungan untuk melakukan kegiatan belajar. Dan yang paling utama dari proses belajar adalah jangan pernah belajar
kalau hanya ingin mengejar "nilai" berupa angka atau huruf mutu (10, 100, A, B, 3.5, 3.75, dll).
Belajar menentukan kualitas hidup seseorang
Saya lebih menikmati prosesnya dan hasilnya lebih dengan pembuktian yang karya nyata 
(manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain).
"Nilai" bukan tujuan utama, tapi menurut saya tujuan utama kita harus lebih mulia daripada itu.

Ketika kita berbicara dengan orang lain,
saling bertukar pikiran atau pun beradu argumen dengan orang lain itu pun salah satu dari bentuk belajar.
Saat berdiskusi tersebut, kita belajar mendengarkan pendapat orang lain,
belajar menghormati pandangan hidup orang lain.
Belajar Apa pun!
karena dibalik pembelajaran itu semua pasti ada sesuatu yang bisa kita ambil walaupun itu sedikit,
buang yang kurang berguna-nya dan ambil yang berguna-nya bagi kita.
Alasan kita tidak menyukai hal tersebut (subjek, topik, pelajaran)
jangan selalu dikedepankan, karena :
"kita tidak pernah tahu atau apa yang terbaik buat kita, tapi Tuhan tahu".
Mungkin kita merasa A bukan yang terbaik (bermanfaat) buat kita,
tapi siapa tahu sudah menuliskan A adalah yang terbaik buat kita.
Saya teringat akan perkataan Aesop,
seorang budak semenanjung Balkan yang dibebaskan oleh majikannya
dan akhirnya menjadi pembuat fabel terkenal, mengatakan:
"Penderitaan adalah pelajaran".
Jadi jangan menunggu sampai kamu menderita sehingga mendapat pelajaran.
Sadarkan dirimu dari sekarang juga,
karena saya sangat menyesal tidak mengetahuinya dari dulu. 

Dalam Kesusahan Selalu ada Jalan Keluar

Solusi Pemecahan Masalah dan Jalan Keluar
 Dalam Kesusahan Selalu ada Jalan Keluar  
( in adversity, there's always the way out )
Motivasi adalah dorongan psikologis yang mengarahkan seseorang ke arah suatu tujuan. Motivasi membuat keadaan dalam diri individu muncul, terarah, dan mempertahankan perilaku, menurut Kartini Kartono motivasi menjadi dorongan (driving force) terhadap seseorang agar mau melaksanakan sesuatu.
Pernahkan kita mengalami seperti masuk ke dalam sebuah jalan buntu. Bingung mau melakukan apa? Bingung kemana arah langkah kita selanjutnya? Saya pernah mengalami dan ternyata banyak orang lain pun yang mengalami hal sama. Jika Anda pernah mengalami, bahkan sedang mengalami, dan kemungkinan akan mengalami suatu saat, tenang saja. Anda tidak sendiri.
Kemudian bagaimana mengatasinya?

a. Tenang saja, jangan panik. Meskipun buru-buru, dengan panik justru akan memperburuk keadaan.

b. Berdo'alah dengan seyakin-yakinnya untuk meminta solusi kepada Allah.

c. Berikhtiarlah sedapat mungkin untuk menjemput solusi yang sudah kita minta kepada Allah.
Jika kita serius mencari solusi, jangan mengatakan 'tapi' saat ada solusi. 
Meskipun solusi tersebut terlihat tidak mungkin.

Cobalah untuk berpikir terbuka, 
sebab seringkali bukan tidak ada solusi, 
tetapi orang sering menutup pikirannya untuk solusi. 
Daripada mengatakan 'tapi', tanyakan saja, 'Bagaimana caranya?'. 
Bisa jadi apa yang sebelumnya terlihat mustahil, berubah menjadi hal mudah setelah tahu caranya.

Di dalam kesusahan pasti ada yang namanya kemudahan dengan catatan 
kita memiliki niat dan bekerja keras untuk melakukan perubahan.
Dunia ini Fana, selalu ada 2 kecenderungan yang berpasangan dan terjadi silih berganti. 
Kita manusia hanya menjalani kehidupan dan berusaha menjadi yang terbaik. 

Yakinlah bahwa Tuhan akan memberi kita semua ujian dan masalah yang mampu kita selesaikan, agar kita kuat menjalani hidup ini, tetap semangat berjuang, hubungkan aktivitas hidup dan kehidupan dengan koherensinya dengan spritualitas. 

Niat dan Kerja Keras untuk "Perubahan"